December 8th, 2006
10 Tahun Menunggu...

Posted by ifat at 10:35 AM on December 8, 2006.
Waktu sedang menunggu mikrolet pagi tadi, ada seorang bapak yg tiba2 bertanya kepada saya, "Udah berapa bulan, Bu?", sambil menunjuk perut saya. "7 1/2 bulan, Pak", jawab saya. Saya masih bertanya2 kenapa tiba2 si Bapak bertanya demikian sampai dia melanjutkan dengan agak sedih, "Saya udah 10 tahun nikah, belum dikasih juga, padahal umur saya udah 40 tahun, udah periksa kemana2 tetep gak berhasil". Haduh...saya suka speechless kalo denger yg kayak gini, bingung mau komentar apa. Akhirnya yang keluar, "Sabar aja ya Pak, jangan putus asa, kalau Allah berkehendak umur berapapun gak masalah ko'. Ada juga yang 13 tahun nikah baru dikasih keturunan. Istrinya umur berapa, Pak?". "Iya, saya sama istri sih pasrah aja deh. istri saya sekarang 40 tahun juga, kl hamilpun resikonya besar kan..". Saya cuma bisa ber-"oo" karena mikrolet yang saya tunggu sudah datang.
Dalam perjalanan menuju kantor saya jadi kepikiran si Bapak deh. Masya Allah ya...sepuluh tahun bukan waktu yang bisa dibilang sebentar untuk menunggu. Pastinya sudah berbagai macam upaya yang dilakukan si Bapak dan istrinya untuk memperoleh keturunan, mengingat teman saya yang 'baru' 2 tahun menikah dan belum dikaruniai keturunan sudah 'pontang-panting' ke dokter ini dan anu, sampai akhirnya berencana untuk melakukan inseminasi. Memang tidak dapat dipungkiri, pasangan mana yang tidak ingin menimang buah hati mereka sendiri.
Saya jadi merasa malu ketika teringat masa2 baru menikah 2 tahun yang lalu. Setiap bulan membeli test pack, tidak sabar ketika 'tamu bulanan' datang dengan rutin. Ada juga perasaan 'kebat-kebit' khawatir kalau2 saya tidak bisa hamil. Ditambah lagi pertanyaan para kerabat yang menyinggung2 soal kehamilan. Huhu...padahal itu saya jalani sekitar 6 bulan saja. Betapa Allah bersama orang2 yang sabar...
Akhirnya saya hanya bisa berdo'a, semoga Allah memberikan kesabaran dan juga yang terbaik untuk Bapak tersebut dan istrinya, dan juga pasangan mana saja yang sedang menanti buah hati. Karena dalam hal ini kita benar2 tidak punya kuasa. Hanya Allah saja yang mengetahui waktu terbaik bagi setiap pasangan untuk menimang momongan.

November 13th, 2006
Selamat Hari Lahir 'Aliyahku... :)

Posted by ifat at 11:28 AM on November 13, 2006.
Hari ini, satu tahun yang lalu
Jam di rumah bidan menunjukkan pukul 7.55
Alhamdulillah seorang bayi mungil lahir dengan selamat
Tentu saja disambut dengan suka cita
Ummi bahkan sudah lupa bagaimana sakitnya
Hari ini, genap satu tahun usiamu
Setahun berlalu, ada senang...ada sedih
Senang ketika Aliyah tumbuh sehat
Senang ketika Aliyah semakin hari semakin pintar
Tapi juga sedih ketika ummi harus melihat Aliyah terserang penyakit
Sedih ketika ummi tidak bisa menjaga 'Aliyah dengan benar
Hari ini, satu tahun penuh kau jalani
Setahun berlalu, ada tawa...ada airmata
Tawa ketika 'Aliyah mulai menunjukkan kelucuan2 khas anak2
Tawa ketika 'Aliyah mulai mengoceh dengan bahasa sendiri
Dan juga airmata ketika ummi tidak bisa sepenuhnya mendampingi 'Aliyah
Airmata ketika ummi melihat 'Aliyah menangis saat ummi berangkat kerja
Hari ini, 'Aliyah sudah semakin besar
Setahun berlalu, kadang juga ada gelak
Gelak ketika melihat dan mendengar 'Aliyah 'menelpon' jiddah
Sambil berkata "hao..", "apa?" dilanjutkan dengan 'obrolan' sambil tertawa-tawa
Gelak ketika melihat gaya 'Aliyah 'membaca' buku, al-qur'an, atau sobekan kertas bertulisan
Gelak ketika melihat 'Aliyah terlonjak dan tertawa-tawa melihat foto2 sendiri
Hari ini, 'Aliyah sudah semakin pintar
Setahun berlalu, ada juga rasa haru
Haru ketika 'Aliyah mulai bisa mengucap
"ma...mama..." khusus untuk ummi dan "aba..babah" untuk aba
Haru ketika 'Aliyah mulai mengerti arti ditinggalkan ummi dan aba
Haru ketika 'Aliyah bisa memberi sebuah kecupan di pipi ketika ummi minta
Haru ketika 'Aliyah membangunkan ummi sambil memanggil "maa...maa.."
Haru ketika 'Aliyah mulai mengerti ada 'dedek' di perut ummi
Haru ketika 'Aliyah menunggu ummi sholat dan kadang mengikuti
sebatas mengangkat kedua tangan sambil mengucap "aooba.." (Allahu Akbar)
Hari ini, walau tidak penuh satu tahun 'Aliyah bersama ummi
'Aliyah begitu banyak memberi warna di hati
Do'a ummi bersama 'Aliyah tadi pagi,
'Aliyah menjadi anak berbakti dan sholehah pasti
'Aliyah memiliki ketinggian akhlaq
'Aliyah tumbuh sehat dan cerdas
'Aliyah dapat memberi manfaat untuk ummat
'Aliyah dapat membawa manfaat buat ummi dan aba di dunia dan akhirat
'Aliyah menjadi penyejuk hati ummi dan aba
"Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrota a'yun, waj'alnaa lil muttaqiina imaamaa"

October 20th, 2006
Minal 'aaidiin wal faaiziin...

Posted by ifat at 12:47 PM on October 20, 2006.
Assalamu'alaikum...
Temans...hampir tiba di penghujung ramadhan...hiks..hiks..hiks..semoga Allah berkenan menerima amal ibadah kita di bulan ini, dan semoga kita dapat dipertemukan kembali dengan ramadhan mendatang.
Taqabbalallaahu minnaa wa minkum,
Shiyaamanaa wa shiyaamakum
Maafkan lahir dan batin ya...
Minal 'aaidiin wal faaiziin, kullu 'aam wa antum bi khoir.
~Setiap habis Ramadhan
Hamba cemas kalau tak sampai
Umur hamba di tahun depan
Berilah hamba kesempatan

September 27th, 2006
ASI eksklusif atau sekedar menghindari susu formula?

Posted by ifat at 12:48 PM on September 27, 2006.
Dua minggu lalu salah satu teman saya melahirkan bayi pertamanya. Sepulang dari kantor saya langsung menjenguknya di salah satu RS di bilangan Cikini. Setelah mengucapkan selamat, melihat bayinya dan foto2 saya langsung bertanya kepada teman saya itu, "ASI eksklusif kan?", dengan segera teman saya menjawab, "Ya, di RS ini ada program ASI eksklusif, jadi kita bisa memilih mau ikut programnya atau nggak". Kemudian dia melanjutkan kira2 begini, "Kl mau ikutan program tersebut, harus menandatangani surat perjanjian kl kita betul2 akan menjalankan ASI eksklusif". Saya sendiri tidak tahu lengkapnya isi perjanjian tersebut, tapi yang ada dalam pikiran saya saat itu sih, "boleh juga nih RS..

", walaupun dengan perjanjian ini artinya tetap ada pasien2 yg diperbolehkan utk tidak ASI eksklusif.
Setelah ngobrol hal2 lain saya kemudian bertanya mengenai kelancaran ASI-nya yang ternyata sampai saat saya menjenguk (12 jam setelah kelahiran) belum keluar setetespun. Saya pun kemudian memberikan sedikit informasi seputar ASI dan bayi yang saya ketahui: bayi yang harus sering2 disusui utk merangsang ASI agar cepat keluar, bayi baru lahir yang sanggup bertahan selama 2 X 24 jam walaupun ASI-nya belum keluar (dengan memperhatikan kadar bilirubin tentunya), dll. Ok, dan ternyata teman saya bilang bahwa perawat2 di RS itu juga berkata hal yang sama. Alhamdulillah...saya senang

, ternyata teman saya juga mengetahui informasi lain seputar ASI eksklusif, yang lagi-lagi didapat dari perawat2 di RS tersebut. Sampai2 ketika ada keluarganya yang datang menjenguk, ibu mertuanya sambil senyum bilang, "Syauqi (nama bayinya) ikut ASI eksklusif lho, jadi selama 6 bulan cuma minum ASI aja". Wah..hebat, berarti promosi ASI eksklusif dan transfer informasi dari RS tersebut berhasil.
Melihat sepertinya teman saya ini memilih kelas VIP (atau kelas I, pokoknya satu ruangan sendiri deh), saya bertanya, "Bayinya
rooming in ya..?", teman saya menjawab tidak karena menurut perawat kasihan nanti ibunya kerepotan atau lelah. Dalam hati saya sangat menyayangkan keputusan tersebut padahal kesempatannya ada. "Wah..terus kalau malam2 nanti bayinya haus gimana, dan lagi gak bisa terus2an disusui utk merangsang ASI-nya dong..?" lanjut saya. Dia jawab, "O..kan dikasih air gula, tadi juga karna ASI-nya gak keluar2 dikasih air gula". What...hmm...???
Saya cuma bisa bertanya2 saja apakah memang benar prosedurnya seperti itu, ataukah ada informasi yang selama ini terlewat oleh saya tentang ini. Kenapa harus air gula? apakah air gula dianggap lebih 'ringan' daripada susu formula?. Lagi pula berdasarkan obrolan dengan teman saya tadi, perawat2 di RS ini sepertinya paham betul bahwa bayi dapat tahan selama 2 hari tanpa extra cairan. Kalau memang benar2 ingin menggalakkan program ASI eksklusif, kenapa tidak dibuat semacam subsidi silang dari ibu2 yg melahirkan di sana yang ASI-nya berlebih (hehe..mungkin gak yah...?). Atau kenapa perawat2 tersebut tidak mem-
push teman saya untuk
rooming in saja supaya bayinya dapat sering2 disusui. Yang saya takutkan ada pemahaman yang salah tentang ASI eksklusif bagi orang yang benar2 awam ttg itu. Bagaimana kalau teman saya menganggap bahwa yg tidak diperbolehkan ketika ASI eksklusif adalah memberikan susu formula sedangkan memberikan air gula boleh (mengingat santainya cara dia menjawab ttg pemberian air gula tadi) dan ini berkelanjutan walaupun ASI-nya sudah keluar. Semoga saja nggak sih ya....
~baru sempet ditulis

September 14th, 2006
Segala Empat

Posted by ifat at 03:05 PM on September 14, 2006.
Ini sebenernya udah basi banget, tapi namanya juga PR, kerjain aja deh. Bagus gak dikasih deadline :D.
4 pekerjaan yang pernah dilakoni:
- Guru privat SD
- Guru privat SMA (hehe...biar jadi 4, dipisah aj yee)
- Staf IT
- Ibu rumah tangga
4 film yang paling sering ditonton(gak sering, paling 2 kali lah):
- sekarang lagi sering banget nonton casper bareng ponakan2 :D
- Finding Nemo
- Life is Beautiful
- Beautiful Mind
4 acara TV yang 'wajib' ditonton (kl lagi di rumah):
- Oprah show
- Permata bangsaku
- Allez Cuisine
- Berita (apa aj)
4 tempat yang pernah ditinggali:
- Bogor
- Cipanas
- Jakarta (barat, pusat, timur)
4 website yang paling sering dikunjungi:
- Google
- Websehat
- Yg ngebahas perkembangan anak
- Yg ngebahas masak-memasak (walaupun jarang dipraktekin)
4 makanan favorit:
- Tahu (diapain aja)
- Siomay
- Sambel goreng kentang + udang
- Kebab
4 blogger selanjutnya:
-
shinta
-
wida
- ka
irma
-
linda
hehe..namanya juga estafet...jadi harus dilanjutkan...
tuh bu
lita...aye dah terima tongkatnya...
~males ngerjain kerjaan
