Bismillaahirrohmaanirrohiim


August 4th, 2008


Sebelum kamu ceraikan aku....

Photobucket


Posted by bunayya at 08:09 AM on August 4, 2008.

Ini cerita lama,... lagi ngedit folder di email.. nemu cerita ini... diposting aja ahh,.. kali aja ada yang belom baca... so switttt...

Pada hari pernikahanku,aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti didepan flat kami yg cuma berkamar satu. Sahabat2ku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil. Jadi kubopong ia memasuki rumah kami. Ia kelihatan malu2. Aku adalah seorang pengantin pria yg sangat bahagia.

Itu adalah kejadian 10 tahun yg lalu.

Hari2 selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening. Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut.

Ia adalah pegawai sipil. setiap pagi kami berangkat kerja bersama2 dan sampai dirumah juga pada waktu yg bersamaan. Anak kami sedang belajar di luar negeri. keseharian kami kelihatan bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yg tidak kusangka2.

Dew hadir dalam kehidupanku.

Waktu itu adalah hari yg cerah. Aku berdiri di balkon dengan Dew yg sedang merangkulku. Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. Ini adalah apartment yg kubelikan untuknya.

Dew berkata , "kamu adalah jenis pria terbaik yg menarik para gadis."

Kata2nya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru menikah,istriku pernah berkata, "Pria sepertimu,begitu sukses, akan menjadi sangat menarik bagi para gadis." Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu2.

Aku tahu kalo aku telah mengkhianati istriku. Tapi aku tidak sanggup menghentikannya. Aku melepaskan tangan Dew dan berkata, "kamu harus pergi membeli beberapa perabot, O.K.?.Aku ada sedikit urusan dikantor" kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya.

Pada saat tersebut, ide perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku walaupun kelihatan tidak mungkin. Bagaimanapun, aku merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun kujelaskan, ia pasti akan sangat terluka.

Sejujurnya, ia adalah seorang istri yg baik. Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk santai didepan TV. Makan malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV ber-sama2. Atau,Aku akan menghidupkan komputer,membayangkan tubuh Dew. Ini adalah hiburan bagiku.

Suatu hari aku berbicara dalam guyon, "seandainya kita bercerai, apa yg akan kau lakukan? " Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yg sangat jauh dari ia. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan jika tahu bahwa aku serius.

Ketika istriku mengunjungi kantorku, Dew baru saja keluar dari ruanganku. Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengan ia. Walaupun kelihatan sedikit curiga, Ia berusaha tersenyum pada bawahan2ku. Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya.

Sekali lagi, Dew berkata padaku," He mat, ceraikan ia, O.K.? Lalu kita akan hidup bersama." Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu2 lagi.

Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, ku pegang tangannya,
" Ada sesuatu yg harus kukatakan" Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. Sekali lagi aku melihat ada luka dimatanya. Tiba2 aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi ia tahu kalau aku terus berpikir. "Aku ingin bercerai", ku ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang. Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata2ku, tapi ia bertanya secara lembut, "kenapa?"

"Aku serius". Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah. Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku, "Kamu bukan laki2!".

Pada malam itu, kami sekali saling membisu. Ia sedang menangis. Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yg telah terjadi dengan perkimpoian kami. Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yg memuaskan sebab hatiku telah dibawa pergi oleh Dew.

Dengan perasaan yg amat bersalah, Aku menuliskan surai perceraian dimana istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku. Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian. Aku merasakan sakit dalam hati. Wanita yg telah 10tahun hidup bersamaku sekarang menjadi seorang yg asing dalam hidupku. Tapi aku tidak bisa mengembalikan apa yg telah kuucapkan.

Akhirnya ia menangis dengan keras didepanku,dimana hal tersebut tidak pernah kulihat sebelumnya. Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku. Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa minggu ini dan sekarang sungguh2 telah terjadi ..

Pada larut malam,aku kembali ke rumah setelah menemui klienku. Aku melihat ia sedang menulis sesuatu. Karena capek aku segera ketiduran .Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis. Aku tertidur kembali.

Ia menuliskan syarat2 dari perceraiannya: ia tidak menginginkan apapun dariku,tapi aku harus memberikan waktu sebulan sebelum menceraikannya,dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya. Alasannya sangat sederhana: Anak kami akan segera menyelesaikkan pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran rumah tangga kami.

Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya," He mat, apakah kamu masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan kita? Pertanyaan ini tiba2 mengembalikan beberapa kenangan indah kepadaku. Aku mengangguk dan mengiyakan.

"Kamu membopongku dilenganmu", katanya, "jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap membopongkuku pada waktu perceraian kita. Dari sekarang sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari kamar tidur ke pintu" Aku menerima dengan senyum. Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan indah yg telah berlalu dan berharap perkimpoiannya diakhiri dengan suasana romantis.

Aku memberitahukan Dew soal syarat2 perceraian dari istriku. Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. "Bagaimanapun trik yg ia lakukan,ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini," ia mencemooh. Kata2nya membuatku merasa tidak enak.

Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan perceraian itu. kami saling menganggap orang asing. Jadi ketika aku membopongnya dihari pertama, kami kelihatan salah tingkah. Anak kami menepuk punggung kami, "wah, papa membopong mama,mesra sekali"

Kata2nya membuatku merasa sakit.. Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter dengan ia dalam lenganku. Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut, "mari kita mulai hari ini, jangan memberitahukan pada anak kita." Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang. Aku melepaskan ia dipintu. Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor.

Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku, Kami begitu dekat sampai2 aku bisa mencium wangi di bajunya. Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita ini. Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi.beberapa kerut tampak di wajahnya.

Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, "kebun diluar sedang dibongkar,hati2 kalau kamu lewat sana."

Hari keempat,ketika aku membangunkannya,aku merasa kalau kami masih mesra, seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku dilenganku.

Bayangan Dew menjadi samar.

Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal,seperti,dimana ia telah menyimpan baju2ku yg telah ia setrika, aku harus hati2 saat memasak, dll. Aku mengangguk. Perasaan kedekatan terasa semakin erat. Aku tidak memberitahu Dew tentang ini.

Aku merasa begitu ringan membopongnya. Berharap setiap hari pergi ke kantor bisa membuatku semakin kuat. Aku berkata padanya, "kelihatannya tidaklah sulit membopongmu sekarang"

Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk membopongnya keluar. Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa menemukan yg cocok. Lalu ia melihat, "semua pakaianku kebesaran". Aku tersenyum, tapi tiba2 aku menyadarinya sebab ia semakin kurus, itu sebabnya aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku semakin kuat.

Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam hati. Sekali lagi, aku merasakan perasaan sakit. Tanpa sadar ku sentuh kepalanya. Anak kami masuk pada saat tersebut."Pa,sudah waktunya membopong mama keluar"

Baginya,melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian yg penting. Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik terakhir. Aku menyanggah ia dilenganku, berjalan dari kamar tidur,melewati ruang duduk ke teras Tangannya memegangku secara lembut dan alami. aku menyanggah badannya dengan kuat seperti kami kembali ke hari pernikahan kami. Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih.

Pada hari terakhir,ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah dengan berat. Anak kami telah kembali ke sekolah. ia berkata,"sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai kita tua" Aku memeluknya dengan kuat dan berkata "antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra".

Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya. Aku takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah. Aku menaiki tangga. Dew membuka pintu. Aku berkata padanya," Maaf Dew, Aku tidak ingin bercerai. Aku serius".

Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku. "Kamu tidak demam". Kutepiskan tanganya dari dahiku "maaf, Dew,Aku cuma bisa bilang maaf padamu,Aku tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai2 dari kehidupan,bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi.Sekarang aku mengerti sejak aku membopongnya masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku. Aku akan menjaganya sampai tua. Jadi aku minta maaf padamu"

Dew tiba2 seperti tersadar. Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dgn kencang dan tangisannya meledak. Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor. Dalam perjalanan aku melewati sebuah toko bunga, ku pesan sebuah buket bunga kesayangan istriku Penjual bertanya apa yg mesti ia tulis dalam kartu ucapan? Aku tersenyum, dan menulis

" Aku akan membopongmu setiap pagi sampai kita tua.."
 

9 respon, thx :)


Photobucket



August 2nd, 2008


New Photos

Photobucket


Posted by linda at 01:28 PM on August 2, 2008 in family.

Udah lama gak ngisi blog ini... sebenernya banyak yg pengen ditulis, tapi lagi pusing I'm having cold for the last 3 days...and my hubby he's at the hospital right now because of thypus.
Mohon doanya ya buat suami.... dan semoga Khalilah gak ketularan sakit kaya' bundanya....
Untuk sementara ini, bisa liat photo2xnya khalilah dulu disini sejak balik dari Indo.

 

 

5 respon, thx :)


Photobucket



July 22nd, 2008


lagi nyobain telkomsel unlimited flash

Photobucket


Posted by kidi_kiut at 03:35 PM on July 22, 2008.

[URL=http://www.speedtest.net][IMG]http://www.speedtest.net/result/299206457.png[/IMG][/URL]

 

mo respon? :D


Photobucket




bang hal .. where r u??

Photobucket


Posted by kidi_kiut at 12:41 PM on July 22, 2008.

bang hal .. bang hal dimana skarang??

kok ga pernah kasih kabar ke rumah

kami kuatir neh ...

 

Ya ALLAH lindungilah sepupuku ini dari segala kburukan dan kejahatan yang sekarang terjadi dimana2 .. Tunjukkanlah dia jalanMU yang lurus ya ALLAH ....

mo respon? :D


Photobucket



July 21st, 2008


To be Ikhlas... How?

Photobucket


Posted by bunayya at 07:35 PM on July 21, 2008.

Setting: Diujung timur kota Jakarta... disebuah rumah yang lumayan mewah..  seorang cewek not a girl but not yet a women lagi gundah, sms ke gurunya yang ada di ujung selatan jakarta. (jauhhh amettt yak? hihihi).

cewek: "Bang,... gimana sih caranya biar kita bisa ikhlas? susah bener deh rasanya untuk bisa ikhlas... (keluh)"

Gurunya "3 hal menumbuhkan keikhlasan:

  • 1.Pengkajian ilmu agama secara rutin & intens (Taklim).
  • 2.Dzikir dawam,pagi-sore.
  • 3.Menjaga amal2 sunnah, spt: witir sblm tidur, 2 rakaat qobliyah shubuh, dan 2 rakaat sunnah dhuha".

Cewek: "Terus,.. gimana caranya kita bisa tau kalo kita udah ikhlas?"

Gurunya: Kalo kita sudah biasa dgn 3 hal tsb:
1. Kita akan merasa rugi jika meninggalkannya.
2.ada perasaan cinta kpd 3 hal tsb & akhirnya muncul keikhlasan  dan istiqomah kpd amal2 yg lain".
Rgds, Moenk

3 respon, thx :)


Photobucket



July 16th, 2008


Belajar Memilih dan Berkompromi

Photobucket


Posted by vian199 at 09:25 AM on July 16, 2008.

Bismillahirrahmanirrahim

 

Sebelum fokus kerja, ngeblog dulu ah...

Di salah salah milis yang aku ikuti, salah satu member menyebutkan klo blio yang pertama kali mengajarkan anak adalah bagaimana si anak bisa memilih dan berkompromi. Hm.. bener jg yah.

Untuk bisa survive hidup, si anak harus bisa memilih. Bukan sekedar memilih tentunya. Tapi memilih yang bertanggung jawab. Ketika kita memutuskan pilihan, maka kita pun harus sadar dengan segala konsekuensinya, hm.. bukan cuma sampe kada sadar. tapi menerima dengan ikhlas.. yap, yang seperti itu namanya memilih dengan benar.

Dan ketika telah memilih pun, kita harus bisa berkompromi. Berkompromi dengan kenyataan realitas tidak seperti yang dibayangkan/rencanakan. some how, kadang aku sendiri punya standar kondisi idelisme ku... tp koq yah sampe sekarang, aku lom pernah ketemu kondisi yang aku impikan sesuai standarku saat itu. Nah, klo aku gak bs kompromi dengan realitas yang dihadapi, ttp aja hasil pilihan yang pertama kali aku lakukan gak make sanse.. pasti ada rasa penyesalan dalam memilih.

Hidup sendiri itu diawali dengan memilih, dan di jalani dengan kompromi. Itu kesimpulan aku. Saat aku memilih berkarir seperti ini, aku telah melakukan pertimbangan dengan cukup matang terhadap beberapa pilihan yang aku punya. Pun ketika karir ini aku jalani, aku mencoba untuk berkompromi terhadap aturan2x karir yang ternyata gak semuanya sama dengan apa yang aku harapkan. Karena aku merasa telah memilih dengan baik *kenal dan menerima konsekuensi*, mencoba berkompromi dengan dengan realitas yang ada, hidup ku lebih nikmat. lebih nyantai, n I feel happy... very...

~Shinta

 

 

mo respon? :D


Photobucket



July 14th, 2008


pregancy

Photobucket


Posted by kidi_kiut at 12:38 PM on July 14, 2008.

two of my best friends r pregnant ... n i'm so happy hearing it

congrats guys! 

mo respon? :D


Photobucket



July 8th, 2008


Pecah belah

Photobucket


Posted by vian199 at 10:39 AM on July 8, 2008.

Bismillahirramanirrahim

"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. QS. 49:6"

Entah kapan yah misua membahas ayat ini, tp dulu itu misua bilang klo aku maupun dia gak boleh buru2x percaya klo ada yang memberikan kabar ke dia atau aku klo pasangan kita selingkuh ato apalah. harus cek recek dulu tentang kebenaran berita tersebut.

2 kali kejadian setelah pembahasan ayat tersebut. Ada orang iseng yang coba ganggu hubungan ku dan suami.
Pertama kali, waktu aku lg jd panitia pesat depok. Tiba-tiba menjelang tengah malam gt ada yang menghubungi no telp ku. krn aku udah tidur suami yang angkat. Gak jelas deh maksudnya apa... tp suami ku tanya baik2x, si penelpon malah bilang klo aku selingkuh dengan nya. bla bla bla cerita2x gak pantas bangets. Mungkin si penelpon dpt no telp ku dr publikasi acara pesat depok di media2x. untung, suami masih kalem aja.. blio gak ambil pusink, aku jg.. hampir 1 minggu tiap malam tuh orang nelp, tp krn kita cuekin, akhirnya berhenti sendiri.

Kali kedua, subuh tadi. Ada yang nelp ke no hp xl misua. gak dikenal jg.
logat bicaranya dr kampung ku di lahat. awalnya aku mengira masih sodara, krn seinget ku aku emang pernah nelp pake no xl suami *pulsa gratis melimpah* ke 2 nomor sodara jauh ku. oh mungkin mereka *sodara2x jauhku yang laen*.. tp ketika aku tanya baek2x, si penelpon malah tidak memberikan itikad baiknya, akhirnya aku tutup. Si penelpon nelp lg, kali ini ku biarin suami ku yang angkat. ditanya baek-baek sama suami, tp gak nyangka bangets aku jawabannya.. si penelpon bilang suami ku harus hati2x, krn aku selingkuh dengannya. suami ku ketawa dan langsung tutup telp. Aku percaya suami ku masih percaya aku. tapi aku sedih bangets, rasanya mau nelp mama.. klo pun si penelpon itu adalah sodara jauh ku *pastinya dia dpt no xl itu dr 2 sumber itu* kenapa yah setega itu.. kenapa mau hancurin rumah tangga ku? apa sih motif nya? apa salah aku?

Kalo dipikir-pikir, seandainya main percaya aja semua info. pasti gampang sekali untuk mempercayai berita2x itu secara suami juga sering keluar kota sendiri.
Tapi, Alhamdulillah sejak awal ketika menikah aku berperinsip orang yang akan aku jadikan suami adalah orang yg bener2x aku percaya. ternyata suami jg begitu. Jadi klo nanti pun kita harus menjalankan rumah tangga ini berjauhan, insyaAllah kita berdua ttp bisa saling mempercayai

Ada link bagus untuk baca2x tentang penyebaran fitnah disini

~Shinta



3 respon, thx :)


Photobucket


« Newer | Older »