Bismillaahirrohmaanirrohiim


May 9th, 2012


Padamu Bunda, izinkan aku bercerita

Photobucket


Posted by bunayya at 03:49 PM on May 9, 2012.


 

Bunda, siapa yang tak mengenalmu? Kecerdasanmu yang memukau, keutamaanmu yang tak ada seorangpun wanita dibumi ini dapat menandinginya. Engkau yang begitu berani dan tabah, keras namun sangat penyayang, engkau, bunda .. yang tak pernah terdengar sekalipun keluhan sepanjang hidupmu. Didekatmu, kami .. wanita-wanita akhir zaman ini bagaikan kuah sup yang sudah menjadi ampas dari ampas, sedangkan kau adalah kaldunya.

Dan sesungguhnya keutamaan Aisyah atas wanita lainnya seperti ke-utamaan tsarid (lauk yang berminyak) atas makanan lainnya(HR. Bukhari)

Bunda, tanpa melihatmu secara nyata.. aku berani mengatakan, betapa kumerindu .. ketegasanmu meski masih lagi belia, menyangkal ketidak benaran meski hampir seluruh dunia mempercayai fitnah tentangmu .. hingga akhirnya Sang Maha Kuasa yang benar-benar memiliki daya upaya untuk membersihkan namamu, .. melalui firmanNya, yang terus selalu dibaca diseluruh penjuru dunia, hingga nanti … saat dunia ini berhenti berputar.

Bunda, segala pernik persoalan kaummu, dapat kau temukan jalan keluarnya. Lewat pertanyaan-pertanyaan yang pernah kau lontarkan padanya, Manusia berakhlak mulia, suami kecintaanmu .. apapun bunda, apapun yang juga dialami wanita akhir zaman, sesungguhnya tak jauh berbeda dengan apa yang wanita dizamanmu alami. Namun bunda, sungguh mereka lebih beruntung daripada kami, dengan adamu …

Maafkan aku bunda, aku tahu kau tak suka terlalu dipuja .. yang akan berakibat pada pengkultusan berlebihan akan dirimu .. tapi, disini .. berteman sosokmu lewat berbagai lembar cerita, juga perkataan-perkataanmu dari beberapa hadits yang diriwayatkan sahabat, hingga kudapat bayangkan sosokmu yang cerdas namun manja, gemar merajuk namun cepat menyadari kesalahan, juga tegas namun berusaha selalu berpijak pada kebenaran, ..

maka Bunda, wahai perempuan yang benar dan lurus, putri dari seorang lelaki yang juga benar dan lurus (Ash-shiddiqah bintus-Shiddiq), istri tercinta dari kekasih Allah, perempuan yang bersih dari segala cela .. padamu bunda, .. izinkan aku bercerita ..

Bunda ‘Aisyah: “Engkau tidak perlu malu untuk bertanya kepadaku persoalan yang engkau tidak malu menanyakannya pada ibu kandungmu, Aku juga ibumu” [HR Muslim]

 

 

Aku Maisara, terlahir dari seorang ibu yang sungguh tabah.. meski ketika ayah menikahinya, beliau belum lagi mendapatkan haid pertamanya. Di usia ke-9 ibu pergi dari kampung kelahirannya, mengikuti keluarga ayah yang saat itu baru saja menikahi sepupu ibu. Nenekku, ibu dari ibuku .. menitipkan pesan pada ayah agar menjaga ibu, dan dapatkan seorang laki-laki yang baik kelak. Tapi takdir memang tak pernah datang terencana, selalu terjadi diluar dugaan manusia. Ibuku akhirnya dinikahi oleh ayah, dan menjadi istri keduanya.

Disini, terkadang aku teringat padamu, bunda .. dalam keceriaan dan kepolosan kanak-kanakmu, kaupun dipinang oleh laki-laki berakhlak mulia, yang mencintaimu sepanjang hayatnya. Maafkan aku ya bunda, siapalah kami… tak pantas menyamakan nasib denganmu.

Bunda, sungguh .. hadir sebagai orang ketiga dalam kehidupan sepasang insan bukanlah kebahagiaan semua wanita. Begitu juga ibuku. Meski ayah selalu berusaha berlaku adil, namun ada berpasang-pasang mata yang menilai hanya berdasarkan frame kasat mata dihadapan mereka, ada berkeping-keping hati yang tak sudi menyelam lebih dalam untuk kemudian membuat kesimpulan yang salah tentang hidup dan diri seseorang.

 

Andai aku dapat menemuimu bunda, aku hanya ingin mengatakan ..

 

“Jika, setiap wanita kedua yang hadir didalam pernikahan sepasang manusia, dianggap sedemikian buruknya, maka… bagaimana denganmu, bunda?” Engkau bukan yang pertama dalam kehidupan Baginda kekasih kesayangan Allah,.. tapi siapapun pasti mengakui keluhuran akhlakmu, kecerdasanmu, kemanjaanmu, kecemburuanmu .. siapapun pasti tahu .. engkau orang kedua setelah bunda Khadijah, namun bukan lantas kau pantas dicap sebagai perusak rumah tangga. Karena … Allah sendirilah yang menjodohkanmu dengannya, lelaki pilihan kesayangan manusia dan Tuhannya.

 

Diriwayatkan dari Ibnu Abi Mulaikah, dari ‘Aisyah bahwa jibril mendatangi Nabi saw dengan membawa gambar ‘Aisyah di secarik kain sutera hijau. Ia berkata pada beliau,

“Inilah istrimu di dunia dan akhirat”

 

Ya, itulah isyarat petala langit. Ketika Jibril memperlihatkannya kepada Rasul, di secarik kain sutera hijau, dan memberitahukan kalau engkau, bunda .. adalah istrinya di dunia dan akhirat. Sesungguhnya Allah tidak hanya memilihkan perempuan suci untuk beliau, tidak ada keraguan sedikitpun atasmu, wahai bunda seluruh orang beriman .. 

 

 

 

To Be Continued ..... 

mo respon? :D


Photobucket



April 17th, 2012


Sayang dan Benci

Photobucket


Posted by bunayya at 05:01 PM on April 17, 2012.

Sayang dan benci janganlah dijadikan ukuran ..

Sebab rasa sayang menutupi mata melihat cacat dan keburukan sehingga yang tampak hanya bagusnya saja.

Rasa benci menutupi mata dari melihat segala kebaikan, yang tampak hanya cacat dan buruknya saja. Maka dari itu perasaan janganlah mengalahkan akal.

Kalau hati telah cinta, yang berat rasanya jadi ringan, pendakian dirasa tanah latar saja, kesusahan dijadaikan suatu bingkisan kasih kepada si jantung hati.

Patutlah ada orang-orang ahli tasawuf yang jatuh pingsan ketika mendengar nama kekasihnya disebut orang yaitu ”Allah”.

 

 

| Buya Hamka |

mo respon? :D


Photobucket




>> Dokter Muslim dan analisanya ...

Photobucket


Posted by bunayya at 05:01 PM on April 17, 2012.

Kisah ini terjadi pada salah satu rumah sakit di Amerika Serikat.

Pada suatu malam, di rumah sakit tersebut terjadi dua peristiwa persalinan secara bersamaan. Setelah kedua wanita itu melahirkan, dua bayi tersebut tercampur dan tidak ada yang mengetahui masing-masing pemilik kedua bayi yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan itu.

Kerancuan ini terjadi disebabkan kecerobohan perawat yang seharusnya dia menulis nama ibu pada gelang yang diletakkan di tangan kedua bayi tersebut.

Dan ketika kedua dokter tersebut tahu bahwa mereka berada dalam kebingungan; Siapakah ibu bayi laki-laki dan siapakah ibu bayi perempuan, maka dokter Amerika berkata kepada dokter Muslim,

“Engkau mengatakan bahwasanya Al-Quran telah menjelaskan segala sesuatu dan engkau mengatakan bahwasanya Al-Quran itu mencakup semua permasalahan-permasalahan apapun. Maka tunjukkanlah kepadaku cara mengetahui siapa ibu dari masing-masing bayi ini …!!”

Dokter Muslim itupun menjawab,

“Ya, Al-Quran telah menerangkan segala sesuatu dan akan aku buktikan kepadamu tentang hal itu. Biarkan kami mendiagnosa ASI kedua ibu dan kami akan menemukan jalan keluar.”

Setelah nampak hasil diagnosa, dengan sangat percaya diri dokter muslim itu memberitahu temannya si dokter Amerika, siapakah ibu sebenarnya dari masing-masing bayi tersebut …!!

Dokter Amerika itupun terheran heran dan bertanya, “Bagaimana kamu tahu?”

Dokter Muslim menjawab,

“Sesungguhnya hasil yang nampak menunjukkan bahwasanya kadar banyaknya ASI pada payudara ibu si bayi laki-laki dua kali lipat kandungannya dibandingkan ibu si bayi perempuan.

Perbandingan kadar garam dan vitamin pada asi si ibu bayi laki-laki itu juga dua kali lipat dibanding ibu si bayi perempuan.” Kemudian dokter Muslim tersebut membacakan ayat Al-Quran yang dia jadikan dasar argumen dari jalan keluar itu,..

.... لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنْثَيَيْنِ

Bagi laki laki seperti bagian dua perempuan.”

Dan setelah mendengarkan dokter Amerika itu arti ayat tersebut, dia jadi bengong, dan dia menyatakan keislamannya secara spontan tanpa ragu ragu.

Maha Suci Allah Rabb semesta alam.

~ subhanallah.. 

mo respon? :D


Photobucket


« Newer · Older »