Copet Kurang Beruntung

Posted by ifat at 10:52 AM on February 1, 2008.
Ini pengalaman menegangkan sekaligus lucu. Saat pulang dari kantor kemarin saya menyempatkan diri berbelanja beberapa keperluan anak-anak. Dengan dua tangan menenteng plastik belanjaan saya pun pulang ke rumah naik mikrolet jurusan pondok gede-kp. melayu. Saya duduk di belakang pak supir dalam mikrolet yg hampir penuh. Plastik-plastik belanjaan saya letakkan di bangku tambahan di depan saya, dan kedua tangan saya berkonsentrasi memegangi plastik-plastik tersebut. Sementara kepala saya selalu menoleh ke kanan mengikuti pandangan pak supir.
Ternyata saya melupakan tas saya yang tersampir di bahu kiri, dan tanpa sepengetahuan saya rupanya ada tangan iseng yang beraksi merogoh-rogoh ke dalam tas saya. Saya masih tidak sadar, dan pandangan saya tetap fokus ke samping kanan. Anehnya tidak ada satupun penumpang lain yang menyadari kejadian tersebut. Oh...ternyata orang di samping kiri saya membawa tas ransel yang besar yang mungkin difungsikan untuk menutupi pandangan para penumpang saat dia menjalankan aksinya.
Hap...sepertinya orang di samping kiri saya sudah menemukan apa yang dicarinya, benda berbentuk kotak dan agak tebal, sementara itu pandangan matanya tetap lurus ke depan. Ini hanya bayangan saya saja karena sampai saat itu pun sebenarnya saya masih belum menyadari dan tidak merasakan apa2. Sampai tanpa sengaja saya melihat tas saya dalam keadaan sedikit terbuka, belum ada curiga. Lalu pandangan saya terpaku pada tangan yang memindahkan sesuatu berwarna hitam ke atas pangkuannya yang tertutupi tas ransel besar.
Lho...lho...itu kan punya saya, ko' bisa-bisanya ada di tangan orang itu? Refleks tangan saya mencoba mengangkat tas orang di samping saya. Eh, dengan tenangnya dia menekankan tangannya di atas tasnya untuk menghalangi usaha saya. Menyadari aksinya ketahuan dia pun memberhentikan mikrolet dan berniat turun. Bagaimana ini...? Orangnya bawa pisau nggak ya? kira2 bakal ngamuk gak ya? Haduh, akhirnya saya putuskan langsung ngomong aja deh ke dia, "Itu Al-qur'an Mas!". Masih dalam keadaan duduk dengan tenangnya dia menunggu kembalian dari pak supir dan menoleh sebentar ke saya, mungkin tidak mendengar apa yang saya katakan. Persis pada saat dia beranjak bangun saya keraskan suara saya "Mas, Al-qur'an saya, Mas!".
Fiiuh...akhirnya dia mendengar juga kl ternyata tangannya salah sasaran. Dia berbalik ke belakang dan mengembalikan Al-qur'an saya sambil berkata "Eh, salah ya?". Antara kesal dan ingin tertawa saya pun mengambil kembali Al-qur'an saya. Para penumpang yang lain hanya menggeleng-gelengkan kepala saja melihat kejadian tersebut.
12 respon, thx :)


