Bismillaahirrohmaanirrohiim

Entries for September, 2006


September 14th, 2006


Segala Empat

Photobucket


Posted by ifat at 03:05 PM on September 14, 2006.

Ini sebenernya udah basi banget, tapi namanya juga PR, kerjain aja deh. Bagus gak dikasih deadline :D.

4 pekerjaan yang pernah dilakoni:

- Guru privat SD
- Guru privat SMA (hehe...biar jadi 4, dipisah aj yee)
- Staf IT
- Ibu rumah tangga

4 film yang paling sering ditonton(gak sering, paling 2 kali lah):

- sekarang lagi sering banget nonton casper bareng ponakan2 :D
- Finding Nemo
- Life is Beautiful
- Beautiful Mind

4 acara TV yang 'wajib' ditonton (kl lagi di rumah):

- Oprah show
- Permata bangsaku
- Allez Cuisine
- Berita (apa aj)

4 tempat yang pernah ditinggali:

- Bogor
- Cipanas
- Jakarta (barat, pusat, timur)

4 website yang paling sering dikunjungi:

- Google
- Websehat
- Yg ngebahas perkembangan anak
- Yg ngebahas masak-memasak (walaupun jarang dipraktekin)

4 makanan favorit:

- Tahu (diapain aja)
- Siomay
- Sambel goreng kentang + udang
- Kebab

4 blogger selanjutnya:

- shinta
- wida
- ka irma
- linda

hehe..namanya juga estafet...jadi harus dilanjutkan...

tuh bu lita...aye dah terima tongkatnya...

~males ngerjain kerjaan

2 respon, thx :)


Photobucket



September 27th, 2006


ASI eksklusif atau sekedar menghindari susu formula?

Photobucket


Posted by ifat at 12:48 PM on September 27, 2006.

Dua minggu lalu salah satu teman saya melahirkan bayi pertamanya. Sepulang dari kantor saya langsung menjenguknya di salah satu RS di bilangan Cikini. Setelah mengucapkan selamat, melihat bayinya dan foto2 saya langsung bertanya kepada teman saya itu, "ASI eksklusif kan?", dengan segera teman saya menjawab, "Ya, di RS ini ada program ASI eksklusif, jadi kita bisa memilih mau ikut programnya atau nggak". Kemudian dia melanjutkan kira2 begini, "Kl mau ikutan program tersebut, harus menandatangani surat perjanjian kl kita betul2 akan menjalankan ASI eksklusif". Saya sendiri tidak tahu lengkapnya isi perjanjian tersebut, tapi yang ada dalam pikiran saya saat itu sih, "boleh juga nih RS.. ", walaupun dengan perjanjian ini artinya tetap ada pasien2 yg diperbolehkan utk tidak ASI eksklusif.

Setelah ngobrol hal2 lain saya kemudian bertanya mengenai kelancaran ASI-nya yang ternyata sampai saat saya menjenguk (12 jam setelah kelahiran) belum keluar setetespun. Saya pun kemudian memberikan sedikit informasi seputar ASI dan bayi yang saya ketahui: bayi yang harus sering2 disusui utk merangsang ASI agar cepat keluar, bayi baru lahir yang sanggup bertahan selama 2 X 24 jam walaupun ASI-nya belum keluar (dengan memperhatikan kadar bilirubin tentunya), dll. Ok, dan ternyata teman saya bilang bahwa perawat2 di RS itu juga berkata hal yang sama. Alhamdulillah...saya senang , ternyata teman saya juga mengetahui informasi lain seputar ASI eksklusif, yang lagi-lagi didapat dari perawat2 di RS tersebut. Sampai2 ketika ada keluarganya yang datang menjenguk, ibu mertuanya sambil senyum bilang, "Syauqi (nama bayinya) ikut ASI eksklusif lho, jadi selama 6 bulan cuma minum ASI aja". Wah..hebat, berarti promosi ASI eksklusif dan transfer informasi dari RS tersebut berhasil.

Melihat sepertinya teman saya ini memilih kelas VIP (atau kelas I, pokoknya satu ruangan sendiri deh), saya bertanya, "Bayinya rooming in ya..?", teman saya menjawab tidak karena menurut perawat kasihan nanti ibunya kerepotan atau lelah. Dalam hati saya sangat menyayangkan keputusan tersebut padahal kesempatannya ada. "Wah..terus kalau malam2 nanti bayinya haus gimana, dan lagi gak bisa terus2an disusui utk merangsang ASI-nya dong..?" lanjut saya. Dia jawab, "O..kan dikasih air gula, tadi juga karna ASI-nya gak keluar2 dikasih air gula". What...hmm...???

Saya cuma bisa bertanya2 saja apakah memang benar prosedurnya seperti itu, ataukah ada informasi yang selama ini terlewat oleh saya tentang ini. Kenapa harus air gula? apakah air gula dianggap lebih 'ringan' daripada susu formula?. Lagi pula berdasarkan obrolan dengan teman saya tadi, perawat2 di RS ini sepertinya paham betul bahwa bayi dapat tahan selama 2 hari tanpa extra cairan. Kalau memang benar2 ingin menggalakkan program ASI eksklusif, kenapa tidak dibuat semacam subsidi silang dari ibu2 yg melahirkan di sana yang ASI-nya berlebih (hehe..mungkin gak yah...?). Atau kenapa perawat2 tersebut tidak mem-push teman saya untuk rooming in saja supaya bayinya dapat sering2 disusui. Yang saya takutkan ada pemahaman yang salah tentang ASI eksklusif bagi orang yang benar2 awam ttg itu. Bagaimana kalau teman saya menganggap bahwa yg tidak diperbolehkan ketika ASI eksklusif adalah memberikan susu formula sedangkan memberikan air gula boleh (mengingat santainya cara dia menjawab ttg pemberian air gula tadi) dan ini berkelanjutan walaupun ASI-nya sudah keluar. Semoga saja nggak sih ya....

~baru sempet ditulis

6 respon, thx :)


Photobucket