Kembali, tausiyyah buat diri...

Posted by ifat at 04:28 PM on August 25, 2004.
Assalamu'alaikum wr. wb.
Ibnul Qoyyim mengatakan: "Hendaknya kita mengukur ilmu bukan dari tumpukan buku yang kita habiskan. Bukan dari tumpukan naskah yang kita hasilkan. Bukan juga dari penatnya mulut dalam diskusi tak putus yang kita jalani. Tapi...dari amal yang keluar dari setiap desah nafas kita".
Hmm...ilmu dan amal, seyogianya keduanya senantiasa berjalan beriringan. Ketika memiliki ilmu, beramallah, Ketika beramal, landasilah ia dengan ilmu. Jika melulu kita mengumpulkan ilmu tanpa ada implementasi nyata darinya maka ia akan menjadi sesuatu yang tersia. Amal lah yang menjadikan ilmu menjadi hidup, dan ia lah yang menjadikan setiap ilmu mengalir sampai ke muaranya. Jangan biarkan ilmu yang kita miliki menjadi genangan tak berarti, yang akhirnya hanya akan menghasilkan bau tak sedap. Bagaimana orang lain dapat merasakan manisnya buah-buah ilmu kita jika tak ada amal yang kita persembahkan. Ilmu apapun itu, amalkanlah. Itulah bukti wawasan, itulah bentuk nyata pemahaman.
Komitmen membutuhkan pembuktian, dan amal adalah bukti konkret sebuah komitmen. Teruslah beramal, hingga kelak Allah sendiri yang menghentikan kita dari aktifitas amal tersebut.
Wassalamu'alaikum
~adik...terima kasih untuk sebuah pengingatan hari ini, ingatkan dan terus ingatkan...
~Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya