Bismillaahirrohmaanirrohiim

Entries for July, 2004


July 2nd, 2004


Rencana-rencana

Photobucket


Posted by ifat at 08:57 AM on July 2, 2004.

Assalamu'alaikum...

Wah..ternyata bisa juga ya kerja sampe gak ada waktu luang buat posting, kirim email...perasaan dulu saking ga ada kerjaannya sampe bosen di kantor dan banyak bengong. Nah sekarang, boro-boro bosen apalagi bengong, wong gak sempet mikirin bosen. Tapi ternyata enak juga ya, waktu jadi terasa berjalan lebih cepat, tau-tau 1/2 6, pulang...Entah kerjaannya yang lebih banyak atau aku yang mulai menikmati pekerjaanku ya

Pingin cari kesibukan lain juga nih, selain kerja. Banyak banget sebenernya rencana-rencana dan keinginan yang sampe sekarang belum terlaksana. Hmm apa aja yah...

- Naik gunung, rencana tinggal rencana, gak jadi2! mau ke gunung gede, yang ngajakin malah gak bisa. Duh..waktunya mepet banget
- Bolos kerja hari selasa atau jum'at, kapan yah?? dah lama nih gak olah raga yang satu ini
- Lari rutin minggu pagi, belom bisa tapi cukup feasible
- Belajar bahasa arab, melanjutkan yang tertunda, kalo ada temen lebih asik nih. Tinggal tunggu waktu kayaknya
- Belajar bahasa lain, terutama jepang ma jerman, otodidak bisa gak ya...
- Bikin perpustakaan kecil-kecilan (eh, kecil beneran deng), bikin katalog yang lebih rapi buat buku-buku yang ada, nama perpustakaannya Al-Khansa, mmm...
- Dateng ke SMP-ku, pingin ketemu guruku tercinta 'n kepala sekolah tersayang. Bentar lagi nih...
- Mendalami dunia penulisan, pingin lebih serius nih. Temen ada yang ngajakin gabung di Forum Lingkar Pena, boleh juga tuh (ada yang mau ikutan?). Pertemuan pertama tanggal 11 juli, wah...kenapa semuanya numpuk di tanggal ini ya? nikahannya Rolis, kumpul '99, jalan2 ke cibodas...walah. Pilih mana? masing-masing bisa bertemu dengan orang-orang yang berbeda
- Lain-lain yang gak bisa ditulis di sini...

Moga semua bisa terlaksana...

Wassalamu'alaikum wr. wb.

5 respon, thx :)


Photobucket



July 9th, 2004


Belajar untuk Belajar

Photobucket


Posted by ifat at 02:44 PM on July 9, 2004.

Hakikatnya hidup ini merupakan rangkaian proses belajar dan menempa diri agar menjadi lebih baik senantiasa. Sungguh, begitu banyak hal dapat disarikan dari perjalanan detik demi detik kehidupan kita. Hal-hal yang kita rasakan, kita lihat, kita dengar, kita keluarkan melalui lisan, semuanya bisa menjadi sesuatu yang sarat makna dan dapat memperkaya khazanah pengalaman kita untuk selanjutnya dijadikan modal bagi proses perbaikan diri, jika kita mau tentunya.

Little things mean a lot, ya, banyak hal kecil yang sesungguhnya memiliki makna yang begitu besar, jika saja kita mau sedikit lebih memperhatikan, sedikit melihat lebih ke dalam, dan sedikit saja berpikir. Ketika kita hanya memandang sesuatu dengan cara biasa, semuanya akan tampak biasa-biasa saja, tidak ada yang istimewa, seakan memang demikianlah seharusnya. Ketika peristiwa-peristiwa yang kita temui atau kita jalani hanya lewat begitu saja, maka ia hanya akan menjadi masa lalu hampa nilai yang tidak dapat memberikan pengaruh apa-apa. Padahal jika kita mau sedikit saja menggali lebih dalam, mungkin tidak sedikit bekas-bekas berharga yang tertinggal di sana. Sebagaimana halnya mutiara, sebelum ada yang mengeluarkannya dari cangkang sang kerang, tidak ada yang dapat merasakan pancaran keindahannya.

Menjadi pembelajar sejati, hal yang cukup sulit dilakukan saya rasa. Bagi saya, seorang pembelajar sejati akan selalu mencoba mencari celah pembelajaran dari setiap kejadian yang dialaminya maupun kejadian yang dialami oleh orang lain. Sungguh saya ingin menjadi orang seperti itu: yang senantiasa dapat memaknai hidup dari sudut pandang positif, yang mampu melihat nilai-nilai yang belum tersingkap, serta mampu memunculkan keberhargaan walaupun begitu tersembunyi adanya. Siapa yang tahu di dalam cangkang kerang yang gelap tersimpan mutiara yang begitu indah jika tidak ada yang mencoba menyelam ke dasar lautan dan mendapatkannya. Ya, mutiara itu akan tetap ada, terlepas dari apakah ada yang berusaha membuka cangkang kerang tempatnya bersemayam atau tidak.

Belajar, belajar, dan belajar, menunjukkan bahwa manusia benar-benar makhluq yang memiliki banyak kelemahan dalam dirinya. Belajar, bagi saya merupakan bagian dari proses menyaya (diambil dari istilah seseorang dalam sebuah tulisan *meng-aku), menjadi saya, saya yang benar-benar saya, saya yang benar-benar dapat memberikan banyak manfaat bagi orang lain, semoga... Dan proses ini belum akan berhenti sampai ajal menjelang, dan maut datang menjemput. Saat itulah saya baru dapat menunjukkan dan mengatakan "Inilah saya, saya seutuhnya, saya yang sesungguhnya".

3 respon, thx :)


Photobucket