Assalamu'alaikum wr. wb.
Cuaca pagi kemarin dan hari ini benar-benar menyenangkan dan cukup bersahabat. Saya paling suka suasana seperti kemarin: hujan rintik-rintik, udara sejuk, langit sedikit mendung

. Dengan jaket, tapi tanpa payung saya segera berangkat menuju pemberhentian bis. Pada saat-saat seperti ini, di bis saya akan mencari tempat duduk dekat jendela yang kacanya bisa dibuka. Begitu duduk, saya akan langsung membuka sedikit kaca jendela dan mendekatkan wajah saya padanya. Entah kenapa, saya sangat menikmati sensasi hembusan udara dingin yang menyelusup ke pori-pori wajah disertai dengan titik-titik air hujan.
Suasana seperti ini membuat saya malas melakukan aktivitas lain selain bermain-main dengan pikiran saya sambil melihat-lihat objek menarik di luar jendela. Hal ini akan menstimulus otak untuk memunculkan kejadian-kejadian yang pernah singgah sejenak dalam kehidupan saya, juga memimpikan (baca mencita-citakan) hal-hal yang ingin saya lakukan di masa yang akan datang. Biasanya diiringi dengan kelebatan-kelebatan inpirasi yang bisa memotivasi diri.
Lain kemarin, lain hari ini. Pagi tadi dengan cuacanya yang cerah cenderung terik, memberikan nuansa yang berbeda tapi tetap menyenangkan. Seperti biasa, saya mencari tempat duduk favorit (di manapun asal dekat jendela dan kacanya bisa dibuka), lalu segera membuka lebar-lebar kaca jendela dan membiarkan sang angin masuk menerpa wajah. Dalam suasana seperti ini, saya pikir akan sangat mubadzir jika saya hanya melewatkannya tanpa aktivitas apapun.
Karena hari ini saya membawa
walkman, hal pertama yang saya lakukan begitu duduk adalah memasang
earphone, kemudian menyetel kaset yang ingin saya dengarkan. Setelah musik terdengar, saya mengeluarakan buku bacaan dan mulai membaca lembar demi lembar buku tersebut. Sesekali saya mengeluarkan toples kecil berisi penganan ringan yang meninggalkan remah-remah pada buku ketika digigit.
Hmm...naik bis, terutama untuk menuju tempat-tempat yang berjarak jauh, cukup menjadi waktu dan tempat favorit bagi saya. Memerhatikan polah para penumpang, pengamen, pedagang asongan, supir dan kondektur terkadang juga bisa memberikan asupan yang cukup berharga bagi perkembangan jiwa. Hikmah itu sungguh tersebar, semuanya terserah pada kita, mau mengambilnya ataukah tetap membiarkannya dalam serakan.
Wassalamu'alaikum wr. wb.