Entries for April, 2004
April 2nd, 2004

Posted by ifat at 11:35 AM on April 2, 2004.
senja mulai bergulir
membawa serta lembayungnya
tak kuasa hindari taqdir
tuk digantikan gulita
langkah tersaruk susuri jalan
menembus pekat kelam malam
angan melayang beribu fikiran
membius dalam iringan bait-bait langgam
lihat tajam sorot matanya
aneh...mengapa begitu diliputi kegamangan
lihat jauh tatap pandangnya
hei...mengapa begitu penuh keraguan
bulan sepasi yang bergelayut lara
dalam bentangan cakrawala kelabu
hanya mampu diam tak ada suara
saksikan gontai sang pemilik langkah, ya, aku
tiba aku pada suatu persimpangan
yang masih jauh lagi ke penghujung
mana yang harus dijadikan pilihan
tak tahu, keduanya penuh selubung
satu jalan seperti memang tak ingin kulalui
bayangan hitam menghadang menghantui
kerikil tajam menusuk memengaruhi
tak tahu, aku tak mengerti
satu jalan seperti memberi janji
akan sebuah rumah jiwa impian
akan sebuah taman harapan
tak tahu, lagi-lagi tak kumengerti
aku hanya terpaku tak kuasa melangkah
asaku lelah dan buta
rasaku kehilangan makna
aku hanya bergeming dalam pasrah
aku tak ingin meratapi kekeliruan
akan kesalahan sebuah keputusan
bila tiba saatnya ku jejakkan kaki
langkahku harus penuh pasti
arahan-Mu kuharap sebagai pegangan
petunjuk-Mu kubutuh sebagai penyejuk
aku tahu, cahaya-Mu kan menerangi
jalan yang kelak mesti kupilih

April 14th, 2004
Sejumput Kenangan Tentang Seorang Teman

Posted by ifat at 07:52 AM on April 14, 2004.
Selasa, 13 April 2004
Assalamu'alaikum wr. wb.
Sms-mu* pagi ini membuat tanganku tergerak untuk mengetikkan beberapa bait kata untukmu, juga untuk teman-teman yang lain.
Aku teringat kata-kata indah dari sebuah buku Azimah Rahayu, biar kukutipkan untukmu: "Terhadap mereka, saya buatkan kamar-kamar di dalam hati saya. Masing masing memiliki kamarnya sendiri, masing masing memiliki kedudukannya sendiri. Tak tergantikan. Dan setiap kali mereka pergi dari hidup saya, pintu kamar mereka saya tutup rapat-rapat dan saya kunci, tak boleh ada yang mengisi. Sewaktu-waktu saya akan menengoknya dengan segala kenangan yang kami lalui bersama, hingga jika suatu saat mereka kembali saya tinggal membuka pintu kamar hati ini dan membiarkan mereka masuk. "
Ya, kusadari atau tidak, ternyata ruangmu telah sekian lama terbangun dalam hamparan lahan hatiku bersama dengan ruang-ruang lain di sana. Pun sekian lama pula, aku membiarkannya berdebu tanpa pernah terjamah bahkan oleh sentuhan ingatanku.
Hari ini, dalam segala sesak kepenatan yang memenuhi lebih dari separuh gelas-gelas waktuku, kusempatkan diri membuka pintu ruangmu untuk sekedar melongokkan wajah dan menghirup semilir harum kenangan yang berhembus menerpa. Pikirku hanyut bersama pusaran waktu yang menghempaskanku pada saat-saat kebersamaan kita dahulu.
Aku membenamkan dalam-dalam ingatanku pada lautan episode cerita lalu. Masih segar kenangan akan sebuah perkenalan yang berlanjut dengan manis (diselingi pahit) kisah pertemanan berhiaskan bingkai ukhuwah. Riang celoteh diiringi sebentuk lengkungan dari bibirmu mengawali hampir setiap pagi pertemuan kita.
Ya, kusadari atau tidak, kau yang telah menuntunku memasuki jalan indah dan mengiringi langkahku menyusurinya. Kau tidak berjalan di depanku karena aku bukan embanmu dan kau tidak berjalan di belakangku karena bukan pula aku ratumu, tapi kita berjalan bersisian karena kau dan aku adalah teman. Dan adakalanya pula ketika kau letih, aku yang menuntunmu. Kau andil menghantarkanku menjadi seorang aku, aku yang sekarang ini.
Ah..betapa harus kuakui aku begitu rindu masa-masa itu, betapa aku rindu saat-saat bersamamu, saat segala ceria mengisi hari-hari kita. Saat aku mulai belajar arti cinta, pun juga kumaknai arti cemburu. Masih terngiang ucapanmu ketika berkata: "Ukhuwah adalah perpaduan iman dan cinta". Betapa ingin aku kembali mendengar dari lisanmu: "I Love U because of Allah!"
Hari ini, aku bersihkan ruangmu dari debu-debu yang melekat pada dindingnya agar kembali mengilau seperti dahulu saat pertama kali ia berdiri. Dan hari ini, perkenankanlah aku kembali mengatakannya padamu, juga kepada teman-teman yang lain: "I Love U, because of Allah!"
Wassalamu'alaikum wr. wb.
* "Seorang teman adalah tempat kita bisa mencurahkan isi hati kita sepenuhnya, karena kita tahu tangan-tangan lembut akan menapis curahan itu, menyimpan yang patut disimpan dan menghalau sisanya dengan hembusan nafas kebaikan."

April 27th, 2004
Teman adalah hadiah dari Yang Di Atas buat kita.

Posted by ifat at 12:53 PM on April 27, 2004.
Assalamu'alaikum... temans...
Dari milis...padahal sih dulu udah pernah baca, tapi tetep segar...
------------------------------------------------------------
Seperti hadiah, ada yang bungkusnya bagus dan ada yang bungkusnya jelek. Yang bungkusnya bagus punya wajah rupawan, atau kepribadian yang menarik. Yang bungkusnya jelek punya wajah biasa saja, atau kepribadian yang biasa saja, atau malah menjengkelkan.
Seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan ada yang isinya jelek. Yang isinya bagus punya jiwa yang begitu indah sehingga kita terpukau ketika berbagi rasa dengannya, ketika kita tahan menghabiskan waktu berjam-jam saling bercerita dan menghibur, menangis bersama, dan tertawa bersama. Kita mencintai dia dan dia mencintai kita. Yang isinya buruk punya jiwa yang terluka. Begitu dalam luka-lukanya sehingga jiwanya tidak mampu lagi mencintai, justru karena ia tidak merasakan cinta dalam hidupnya.Sayangnya yang kita tangkap darinya seringkali justru sikap penolakan, dendam, kebencian, iri hati, kesombongan, amarah,dll. Kita tidak suka dengan jiwa-jiwa semacam ini dan mencoba menghindar dari mereka. Kita tidak tahu bahwa itu semua BUKANlah karena mereka pada dasarnya buruk, tetapi ketidakmampuan jiwanya memberikan cinta karena justru ia membutuhkan cinta kita, membutuhkan empati kita, kesabaran dan keberanian kita untuk mendengarkan luka-luka terdalam yang memasung jiwanya. Bagaimana bisa kita mengharapkan seseorang yang terluka lututnya berlari bersama kita? Bagaimana bisa kita mengajak seseorang yang takut air berenang bersama? Luka di lututnya dan ketakutan terhadap airlah yang mesti disembuhkan, bukan mencaci mereka karena mereka tidak mau berlari atau berenang bersama kita. Mereka tidak akan bilang bahwa "lutut" mereka luka atau mereka takut air", mereka akan bilang bahwa mereka tidak suka berlari atau mereka akan bilang berenang itu membosankan dll. It's a defense mechanism. Itulah cara mereka mempertahankan diri. Mereka tidakakan bilang: "Aku membutuhkan kamu" Mereka akan bilang: "Tidak ada yang cocok denganku." "Aku kesepian", "Teman-temanku sudah lulus semua", "Aku ingin didengarkan", "Kisah hidupku membosankan..".
Mereka semua hadiah buat kita, entah bungkusnya bagus atau jelek, entah isinya bagus atau jelek. Dan jangan tertipu oleh kemasan. Hanya ketika kita bertemu jiwa-dengan-jiwa, kita tahu hadiah sesungguhnya yang sudah disiapkanNya buat kita. Berikanlah waktu Anda dgn digabung oleh rasa kasih! Seorang sahabat sama seperti satu permata yg tak ternilai harganya. Seorang kawan bisa membuat kita ceria, membuat kita terhibur. Mereka meminjamkan kupingnya kepada kita pada saat kita membutuhkannya. Mereka bersedia membuka hati maupun perasaannya untuk berbagi suka dan duka dgn kita pada saat kita membutuhkannya.
Bagikanlah sebagian dari waktu yg Anda miliki untuk seorang kawan. Pasti waktu yg Anda berikan tsb akan berbalik kembali seperti juga satu lingkaran walaupun terkadang kita tidak tahu dari mana dan dari siapa datangnya.
